PURWOKERTO – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Harapan Bangsa (UHB) angkatan 2025, Syukron Maulana, menjadi pembicara dalam kegiatan Pelatihan Digital Marketing bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna Penempatan Kabupaten Banyumas Tahun 2026. Syukron membagikan pengalaman mengembangkan bisnis melalui platform TikTok dengan capaian omzet tiga digit dalam tiga bulan. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas ini berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Aula Kecamatan Purwokerto Utara.
Selain Syukron, mahasiswa UHB lainnya, yaitu Zain Ghathfaan Kiesa dari Program Studi S1 Informatika dan Nasywa Mukhbita Nayla dari Program Studi S1 Hukum, turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Ketiganya terlibat dalam pendampingan peserta, mulai dari optimalisasi Facebook Pro, WhatsApp Business, dan Instagram hingga praktik pendaftaran akun afiliasi di TikTok Shop dan Shopee Affiliate. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi wujud kontribusi nyata generasi muda dalam membantu masyarakat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinnakerin Kabupaten Banyumas, Retno Yuliastuti, S.Pd., yang mewakili Kepala Dinnakerin, Drs. Wahyu Dewanto, M.Si. Kegiatan ini juga menghadirkan dua mentor praktisi, yaitu Nur Prasetyo Eko Wibowo, S.E., dari TBM Rumah Cendekia, yang menyampaikan materi digital marketing berbasis smartphone dan kecerdasan buatan (AI), serta Prestiana Endah Wulandari dari UD. Cahaya Bulan, yang membahas strategi media sosial dan social commerce bagi penjual maupun afiliator.
Selama tiga hari, sebanyak 20 peserta PMI purna mendapatkan pembekalan teori dan praktik pemasaran digital, meliputi pemetaan buyer persona, teknik fotografi produk, pembuatan materi promosi menggunakan ChatGPT dan Gemini, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Pendampingan langsung oleh mahasiswa diharapkan membantu peserta memahami dan menerapkan strategi pemasaran digital secara praktis sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
Partisipasi mahasiswa Informatika UHB dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kompetensi teknologi digital dapat diterapkan secara luas, termasuk dalam bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman Syukron dalam bisnis TikTok, didukung kontribusi Zain dan Nasywa dalam pendampingan praktik, menjadi contoh kolaborasi mahasiswa lintas disiplin yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Universitas Harapan Bangsa dalam mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.